PENGARUH PENGGUNAAN HORMON OVAPRIM DENGAN DOSIS YANG BERDEDA TERHADAP WAKTU LATENSI PEMIJAHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) PDF Cetak Email
Rabu, 11 Agustus 2010 03:50
Oleh : IZUDIN ASSUBUKI (9793001), Dept. of Animal Husbandry
Dibuat : 2002-11-26, dengan 3 file

Keyword : Hormon Ovaprim, Dosis, Pemijahan, Ikan Lele Dumbo

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuin pengaruh hormon ovaprim terhadap waktu latensi pemijahan ikan lele dumbo dan untuk mengetahui dosis yang optimum dalam pemijahan serta untuk mengetahui pengaruh hormon ovaprim terhadap jumlah dan kualitas telur, hatching rate dan survival rate. Kegunaan penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang pemanfaatan hormon ovaprim serta dijadikan sebagai alternatif dalam penyediaan benih secara kontinyu dengan penggunaan dosis yang tepat untuk dapat diterapkan dalam pembenihan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2002 yang bertempat di PT. Suryawindu Pertiwi Paiton Probolinggo Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengambilan data secara observasi langsung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu P1 = 0,1 ml/kg/bw, P2 = 0,2 ml/kg/bw, P3 = 0,3 ml/kg/bw dan P4 = 0,5 ml/kg/bw, masing-masing diulang tiga kali.

Hasil dari penelitian ini adalah perlakuan hormon ovaprim dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P > 0.05) terhadap waktu latensi pemijahan yang tercepat sampai terlama adalah sebagai berikut: dosis 0,3 kl/kg/bw (507 menit; 8.27 jam), diikuti dengan dosis 0,4 ml/kg/bw (573 minut; 9.33 jam), 0,2 ml/kg/bw (576 minut; 9.36 jam), dosis 0,5 ml/kg/bw (607 minut; 10.17 jam), dan dosis 0,1 ml/kg/bw (691 minut; 11.31 jam), sedangkan kontrol tidak mengalami ovulasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan hormon ovaprim dengan dosis yang berbeda terhadap waktu latensi pemijahan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah sebagai berikut: waktu latensi pemijahan pada dosis 0,3 ml/kg/bw, hatching rate (HR) pada dosis 0,4 ml/kg/bw dan survival rate (SR) pada dosis 0,3 ml/kg/bw. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan penggunaan hormon ovaprim yang optimum untuk pemijahan ikan lele dumbo adalah 0,3 ml/kg/bw.

Deskripsi Alternatif :

The objective of this study is to know the influence of ovaprim hormone toward the latensi time of a kinds of freshwater catfish (Clarias gariepinus) spawning and to know the optimum dose in spawning also to know the effect of ovaprim hormone toward the total and quality of egg, hatching rate and survival rate. The use of this observation are wished to give the information and knowledge about the advantage of ovaprim hormone and become the alternative in preparing the seed continually in utilizing the appropriate dose in order to be applied in seedbed of Clarias gariepinus.

This investigation is held in March up to April 2002 in PT. Suryawindu Pertiwi Paiton Probolinggo East Java. The method that is used in this study is the experimental method with direct observation technique in collecting the data. The experimental plan that is utilized is Complete Random Plan with five treatments that are P1= 0,1 ml/kg/bw, P2= 0,2 ml/kg/bw, P3= 0,3 ml/kg/bw and P4= 0,5 ml/kg/bw, each of them is repeated three times.

The result of this observation is the ovaprim hormone treatment with different dose, it gives the different not real effect (P > 0,05) toward the timing lafensi spawning clarias gariepinus. The sequence of timing lafensi spawning from the highest up to the lowest are as follows: dose 0,3 ml/kg/bw (507 minute; 9.33 hour), followed by the dose 0,4 ml/kg/bw (573 minute; 9.33 hour), 0,2 ml/kg/bw (576 minute; 9.36 hour), 0,5 ml/kg/bw (607 minute; 10.17 hour) and dose 0,1 ml/kg/bw (691 minute; 11.31 hour), while the control is not created ovulation.

Based on the result of this investigation can be concluded that the using of ovaprim hormone with different dose toward the lafensi spawning time of clarias gariepinus are the latensi spawning time in dose 0,3 ml/kg/bw, hatching rate (HR) in dose 0,4 ml/kg/bw and survival rate (SR) in dose 0,3 ml/kg/bw. So, it can be suggested the optimum using of ovaprim hormone for clarias gariepinus spawning is 0,3 ml/kg/bw.

 

JUAL BELI SKRILL ACCOUNT

JUAL

BELI

13.500

11.000

Silahkan sms di 0815-6769-5656 (Om Lim)